Kamis, 22 Mei 2014

PUISI III

KELABU YANG LALU
by Tri kresna m.

TUHAN aku berdoa kepadaMU
memohon untuk hari hari yang kelam kemarin tak terulang kembali 
aku hanya meminta dan memohon kepadamu
biarkan ini menjadi satu satunya
dan terakhir dalam kisah hidupku

walaupun dalam perjalanan nanti
masih bnyak yang akan menghampiri
biarkanlah satu itu dan hanya satu
tanpa ad hal lain yang akan merasuk
yang memang segala kepusan ada pada diri ini

salam terakhir ini biarlah dibawa oleh angin yang berhembus
kecupan tanda terima kasih
karena pertemuan itu ada 
biarlah menjadi kenangan yang tertinggal 
dan tak akan terlupakan oleh waktu
salam terakhir dariku yang menikmati waktu

PUISI II

DEAR BELOVED
by Tri kresna m.


Aku akan bertahan di dunia ini
diantara peperangan antara benar dan salah
dalam baik ataupun buruk
diantara yang memang dibutuhkan dan diinginkan

berdialektika dengan seorang pemikir
ataukah mencoba pembenaran tentang diri
benarkah aku kehilangan arah ataukah kehilangan harapan
mencoba menelusuri kembali jejak kehidupan 
tapi kuterjatuh semakin dalam...
dan lebih dalam....

inikah yang harus aku perjuangkan 
tentang ideologi ataukah tentang individual
semua menawarkan kemerdekaan dan kebebasan
jika disatu sisi hal itu berbatasan dengan yang lain

Angin bawalah pergi bawalah pula kembali
harapan yang sudah berubah sejak saat itu dan nanti
sirna sudah harapanmu dalam diri ini 
mungkin inilah saatnya aku berdiri dengan kakiku sendiri
dan inilah saat kata perpisahan dalam keadaan bahagia 
takku sangka takku duga
saat terakhir dari nafas yang ku hembuskan
untuk dirimu....
untuk diri.... 
yang paling memiliki pengaruh dalam perjalanan hidpku


PUISI


SAAT YANG HILANG

by Tri kresna m.

Tunggu detik detik kemegahan....
kemegahan tanpa kemenangan...
yang selalu dinanti dan selalu..dan selalu...
gurantan tanda ditangan takmampu terbaca ...
tiada yang bisa menafasirkan kuasa TUHAN yang memang diperlihatkan..
dalam setiap hidup insan.....
selamat datang kembali hati selamat datang untuk yang diharapkan

ketika pendengaran mulai redup oleh kerasnya teriakan 
disaat itulah hati mulai merasakan kekalahan 
disaat itulah.....
hidup ini semakin menderita dan hanya ingin satu hal 
TENANG.........
ketenangan tanpa batas 
ketenangan jiwa yang selama ini ku cari 
dicari semua orang